Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Prof. Dr. Ir. Marwan melepas 49 orang tim Kesehatan untuk mendukung Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut di Ruang Aula Gedung D Lantai 2 Fakultas Kedokteran USK. (Banda Aceh, 3 September 2024).
Pelepasan tim kesehatan yang merupakan Staf dan PPDS dari Fakultas Kedokteran FK USK ini ditandai dengan penyematan PIN secara simbolis oleh Rektor bersama Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr. Munawar, Sp. OG (K), ikut didampingi Dekan FK USK Dr. dr. Safrizal Rahman, M.Kes., Sp.OT, para Wakil Dekan dan Ketua LPPM USK.
Rektor menilai peran Tim Kesehatan ini sangatlah penting dalam menyukseskan PON. Apalagi Aceh telah dipercaya sebagai tuan rumah sehingga hal ini menjadi tanggung jawab semua pihak untuk ambil bagian dalam kesuksesan PON.
Oleh sebab itu, Tim Kesehatan USK ini adalah salah satu bentuk kontribusi USK dalam mendukung event olahraga terbesar di Indonesia ini.
“Kami berpesan untuk selalu memberikan pelayanan terbaik bagi semua tamu kita yang datang di Aceh, baik itu para atlet, panitia dan penonton yang membutuhkan pertolongan,” ucap Rektor.
Rektor berharap Tim Kesehatan dapat memperoleh pengalaman dan pembelajaran yang bermanfaat di tempat tugasnya masing-masing. Selain itu, Rektor mengingatkan mereka untuk selalu siap dengan kondisi yang terjadi di lapangan, mengingat PON ini merupakan kondisi antar fisik yang tentunya perlu penanganan segera jika terjadi masalah.

Safrizal melaporkan tim kesehatan ini adalah mereka yang terpilih dari 80 orang yang terdaftar. Tim Kesehatan ini berasal berasal dari berbagai bidang yang ada pada FK USK. Ada dari Staf Fakultas Kedokteran, PPDS Ilmu Penyakit Dalam, PPDS Ilmu Kesehatan THT-KL, PPDS Orthopaedi & Traumatologi, PPDS Ilmu Neurologi, PPDS Anestesiologi & Reanimasi, PPDS Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik dan PPDS Pulmonologi & Kedokteran Respirasi. Maka Safrizal berharap tim Kesehatan tersebut bisa bekerja membantu Pemerintah Aceh untuk menyukseskan PON.
“Kegiatan ini juga bentuk pengabdian bagi tenaga Kesehatan. Untuk itu, Fakultas Kedokteran USK juga menyiapkan 100 tenaga Kesehatan lainya sebagai tim cadangan, jika suatu waktu dibutuhkan pada pelaksanaan PON ini,” ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh mengatakan PON XXI merupakan salah satu ajang olahraga paling bergengsi di Indonesia. Maka hal ini adalah kesempatan emas bagi Aceh untuk menunjukkan kepada seluruh Indonesia dan dunia bahwa Aceh mampu menjadi penyelenggara yang profesional dan ramah.
Karena itulah, ia menilai peran Tim Kesehatan menjadi sangat krusial. Mengingat selama perhelatan PON XXI ini, berbagai risiko dan tantangan kesehatan bisa saja muncul, baik yang bersifat mendesak maupun yang memerlukan penanganan khusus.
“Oleh karena itu, kehadiran tim kesehatan yang berkompeten dan siap siaga seperti Anda semua sangatlah penting,” ucapnya.