Dosen Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala membantu usaha U-Neulheu masyarakat Aceh Besar agar meningkat mutu dan produktivitasnya melalui teknologi tepat guna. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan sejumlah peneliti USK ini dilaksanakan di Desa Cot Preh, Kecamatan Kuta Baro. (Aceh Besar, 27 Agustus 2024).
Tim USK tersebut terdiri dari Dr. Novi Safriani, S.TP., M.Sc dan Ryan Moulana, S.TP., M.Sc dari Prodi Teknologi Hasil Pertanian. Serta Dr. Elvira Iskandar, SP., M.Sc dari Prodi Agribisnis. Tim ini juga melibatkan tiga mahasiswa dari Prodi THP-FP USK yaitu Alti Rahma, Arianti Sundari, dan Putri Sapria Anum, yang di ekivalensi sebagai kegiatan KKN Tematik kelompok KKN GB-TG15 (2 SKS).
Novi Safriani menjelaskan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini Berbasis Produk-Teknologi Tepat Guna (PKMBP-TTG). Sebab selama ini proses produksi u-neulheu masih dilakukan secara sederhana dengan peralatan seadanya. Hal ini menjadikan kualitas dan kuantitas produk U-Neulheu yang dihasilkan tidak optimal. Penerapan teknologi masih sangat rendah sehingga produk yang dihasilkan juga belum memenuhi standar produksi pangan berkualitas
Sebelumnya, produk U-Neulheu yang dihasilkan masyarakat dijual dalam bentuk curah di pasar tradisional, hanya dibungkus dengan kemasan plastik, Melalui kegiatan pengabdian ini, masyarakat difasilitasi untuk menerapkan teknologi produksi dan melakukan pengemasan produk yang dilengkapi dengan label kemasan sehingga meningkatkan jangkauan pemasaran produk
“Maka kita bantu masyarakat, dengan memberikan dukungan teknologi tepat guna agar mutu dan produktivitas u-neulheu ini meningkat,” ucapnya.
Karena itulah, pada kegiatan ini Tim USK memberikan penyuluhan mengenai pemanfaatan tentang teknologi tepat guna, dan demo alat serta bimbingan teknik tentang cara penggunaan dan perawatan alat.
“Tujuannya, untuk membantu dan meningkatkan produktivitas usaha yaitu alat penggiling kelapa sangrai dan rak pengering untuk produksi U-Neulheu serta kemasan botol plastik yang dilengkapi dengan label informasi produk,” ucapnya.
Elvira Iskandar mengatakan kegiatan PKMBP-TTG ini diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya kepada mitra pengabdian saja, tetapi kepada masyarakat umumnya.
“Bagi mitra, penerapan teknologi tepat guna ini dapat meningkatkan pendapatan usahanya. Sedangkan bagi masyarakat umum, manfaatnya yaitu tersedianya produk U-Neulheu yang berkualitas,” ucapnya.
Ryan Moulana menjelaskan, kegiatan pengabdian ini dibiayai Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) USK tahun anggaran 2024. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dari perguruan tinggi USK kepada masyarakat.
“Harapannya pendampingan bagi masyarakat mitra oleh perguruan tinggi dapat terus berlanjut dan memberikan nilai positif bagi kemajuan dunia usaha,” ucapnya.