Dosen Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar pelatihan dan transfer teknologi pengolahan terhadap kelompok petani garam di Desa Lamujong, Aceh Besar. pada (18 Agustus 2024).
Kegiatan pengabdian masyarakat di dilakukan oleh tim pengabdi USK yang diketuai oleh Irwan, S.Si., M.Si dari Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) yang beranggotakan Didi Nurhadi Ilian, S. Farm., M.Si., Apt. dari Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam (FMIPA). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang didanai dan didukung penuh oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) USK melalui skema Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk Teknologi Tepat Guna (PKMBP-TTG) tahun anggaran 2024. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani dalam mengolah garam menjadi produk bernilai ekonomis tinggi.
Dalam kegiatan tersebut, para dosen memberikan penjelasan terkait diversifikasi pengolahan garam menjadi produk inovatif dan bernilai ekonomis berupa garam spa dan sabun cair cuci piring yang memiliki potensi pasar yang luas. Ketua Pengabdi Irwan menjelaskan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari upaya USK untuk memberdayakan ekonomi masyarakat melalui transfer ilmu pengetahuan dan teknologi. “Kami ingin para petani garam tidak hanya fokus pada produksi garam mentah, tetapi juga mampu mengembangkan produk turunan yang lebih bernilai tinggi. Ini akan meningkatkan kesejahteraan mereka secara ekonomi,” ujarnya.
Peserta pelatihan sangat antusias dan bersemangat untuk menerapkan ilmu yang telah mereka peroleh. Ketua Kelompok petani garam Azhar, mengatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi Masyarakat. “Kami belajar banyak tentang cara mengolah garam menjadi produk yang lebih beragam dan menarik bagi konsumen. Ini memberikan kami harapan baru untuk meningkatkan pendapatan,” ucapnya.
Program pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat, terutama dalam mengembangkan industri garam di Aceh Besar. Para dosen USK berkomitmen untuk terus mendampingi para petani dalam mengimplementasikan teknologi yang telah diajarkan, serta memberikan dukungan dalam hal pemasaran dan pengemasan produk. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para petani garam di Desa Lam ujong dapat mengoptimalkan potensi serta meningkatkan daya saing produk garam Aceh di pasar lokal maupun nasional.