
Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh dan Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru (RSUDDB), Takengon, pada Selasa (8/11). Nota kesepakatan (MoU) ditandatangani Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unsyiah Dr. dr Maimun Syukri, dr. Fachrul Jamal selaku Direktur RSUDZA, dan dr. Hardi Yanis selaku Direktur (RSUDDB) di ruang Balai Senat Unsyiah. Penandatangan MOU ini turut disaksikan Rektor Unsyiah, Prof. Samsul Rizal dan para Wakil Dekan FK Unsyiah. Kerja sama ini menitikberatkan penggunaan RSUDDB sebagai wahana pendidikan baru bagi mahasiswa fakultas kedokteran Unsyiah khususnya program sarjana pendidikan dokter.
Menurut Dr. dr Maimun Syukri, wahana pendidikan FK Unsyiah yang selama ini terpusat di RSUDZA tidak lagi cukup menampung sebab semakin bertambahnya program studi baru di FK dan jumlah mahasiswa yang terus meningkat setiap tahunnya. Untuk itu dibutuhkan rumah sakit satelit yang telah terakreditasi paripurna yang menjadi lokasi pendidikan baru untuk mendukung kompetensi peserta calon dokter.
Dr. Hardi Yunus menyambut baik kerja sama ini dan berharap penunjukkan ini tidak hanya bermanfaat bagi peserta didik FK Unsyiah, tetapi juga dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Semoga penunjukkan ini bermanfaat bagi Rumah Sakit Datu Beru dalam pelayanan, sebab nantinya pasti ada penguatan dalam bidang spesialisasi. Sehingga kekurangan selama ini bisa diperbaiki secara bertahap dalam bidang kesehatan.”
Sementara itu dr. Fakhrul Jamal mengatakan, sudah selayaknya RSUDZA yang kini menjadi rumah sakit regional mencari lokasi dan wahana pendidikan baru. Ini disebabkan pendidikan dokter yang semakin maju sehingga membutuhkan lokasi pendidikan yang cukup dan representatif.
“Pendidikan dokter terutama di Fakultas Kedokteran Unsyiah semakin berkembang, dan ini membutuhkan lahan pendidikan yang tidak cuma membutuhkan lokasi, tetapi juga sebaran kasus dalam menyelesaikan program pendidikan dokter.”
Ia juga menambahkan, tidak tutup kemungkinan rumah sakit satelit yang menjadi wahana pendidikan kedokteran akan diperluas di daerah Sigli, Banda Aceh, dan Meulaboh. (fht)