Dr. Syaifullah Muhammad, Kepala Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK), menerima penghargaan Indonesia Innovator Lecture 2024. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, yang digelar di Innovation Convention Center (ICC), Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Cibinong, Jawa Barat, pada Minggu, 11 Agustus 2024.
Sebelum menerima medali, Syaifullah memberikan kuliah umum yang memukau di hadapan ratusan peneliti dan pelaku industri berbasis riset yang hadir dalam rangka kegiatan Indonesia Research and Innovation (InaRi) Expo 2024.
Di hadapan insan riset dan didampingi oleh Rektor USK, Prof. Dr Marwan, Syaifullah memaparkan bagaimana lahirnya ARC dan perjalanan panjang menjalankan program nilam bagi rakyat.
Pada tahun 2014, hanya tersisa empat kabupaten di Aceh yang masih menanam nilam karena harga yang rendah dan sangat fluktuatif. Namun, berkat kerja keras Syaifullah dan timnya, saat ini sudah ada 17 kabupaten di Aceh yang kembali menanam nilam. Melalui ARC telah berhasil membangun jaringan nasional dan internasional yang mendukung ratusan petani untuk mendapatkan harga jual minyak nilam yang adil.
Dalam sambutannya, Syaifullah mengungkapkan rasa terima kasihnya atas penghargaan yang ia terima, dan secara khusus mendedikasikan penghargaan tersebut kepada tim ARC yang terdiri dari 80 orang. “Penghargaan ini didedikasikan untuk 80 orang tim ARC, yang terus bekerja secara konsisten dan tanpa kenal lelah serta tanpa pamrih,” ujar Syaifullah.
Lebih lanjut, Syaifullah menekankan pentingnya kerjasama lintas sektor untuk mendukung keberlanjutan ekosistem industri nilam di Aceh. “Ekosistem nilam Aceh tumbuh kondusif karena kerjasama berbagai pihak. Kita harus bisa terus saling mendukung, saling menguatkan, bukan saling melemahkan,” tambahnya.
Acara Indonesia Innovator Lecture 2024 ini menjadi momentum penting bagi pengakuan atas kontribusi signifikan Dr. Syaifullah Muhammad dalam mengembangkan industri nilam Aceh dan mengangkat nama Indonesia, terkhususnya Aceh, di kancah internasional. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, diharapkan industri nilam Aceh terus berkembang dan menjadi salah satu pilar penting dalam perekonomian daerah dan nasional. Syaifullah dengan segala dedikasinya, telah membuktikan bahwa komitmen dan konsistensi adalah kunci untuk mencapai keberhasilan dan membawa perubahan nyata bagi masyarakat.