Universitas Syiah Kuala

Empat Mahasiswa USK Riset Kearifan Lokal Ekofeminisme di Bener Meriah

Empat orang mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang tergabung dalam Tim Forest Rangers Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) melakukan riset komprehensif terkait fenomena kearifan lokal ekofeminisme di Desa Damaran Baru, Kabupaten Bener Meriah.

 Tim ini terdiri 4 mahasiswa  dan 1 orang dosen pembimbing dari berbagai latar belakang jurusan, yaitu Irin Riamanda, S.Psi., M.Psi., Psikolog sebagai dosen pembimbing, Nayyara Shafa Qabilla (Psikologi) selaku ketua tim, M. Faris Abulkhair (Pendidikan Geografi), Siti Nabila (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), serta Jemani (Pendidikan Geografi).

Berangkat dari permasalahan deforestasi yang kian hari kian massif, di mana pelakunya didominasi oleh kaum laki-laki, Tim Forest Rangers tergerak untuk menggali kearifan lokal ekofeminisme yang ada di Aceh, yaitu Mpu Uteun.

Selain itu, terdapatnya komunitas lokal perempuan pada usaha konservasi alam di Aceh juga membuat penelitian terkait Mpu Uteun ini semakin menarik untuk dikaji. Irin Riamanda, S.Psi., M.Psi., Psikolog selaku dosen pembimbing menyebutkan bahwa perempuan Aceh memainkan peran sentral dalam usaha konservasi alam.

“Perempuan Aceh pada dasarnya dapat menjadi peran sentral di ruang publik, khususnya dalam isu konservasi alam jika dirinya dapat memperlihatkan kompetensi diri yang tidak dimiliki laki-laki,” ujarnya.

Senada dengan dosen pembimbingnya, Nayyara selaku ketua tim menyebutkan bahwa riset ini dapat mampu menonjolkan esensi peran perempuan di sektor lingkungan. Ia merasa perempuan memiliki kompetensi feminitas yang tidak dimiliki oleh laki-laki. Hal inilah yang menjadi poin plus perempuan dalam usaha konservasi alam. Ia juga menjelaskan bahwa ekofeminisme pada umumnya juga senantiasa berbalut kearifan lokal, sehingga perlu digali agar dimensi pengetahuan dan gerakannya dapat dilihat oleh publik.

“Semoga dengan adanya riset ini dapat menjadi acuan dalam pemberdayaan perempuan dan kearifan lokal di sektor lingkungan, mengingat kebutuhan mereka akan lingkungan lebih menonjol daripada laki-laki,” tutup Nayyara.

https://jdih.bandungkab.go.id/ https://satudata.pasuruankota.go.id/ https://geoportal.simalungunkab.go.id/ https://agentotosuper.com/ https://mbahtotokl.com/ https://apps.fkipunlam.ac.id/ https://perpus.untad.ac.id/ https://sistabok.pasuruankota.go.id/ https://pasti.slemankab.go.id/ https://servicios.cuc.uncu.edu.ar/ Kentangwin https://linklist.bio/totosuper-resmi/ https://linklist.bio/toto-kl/ https://linklist.bio/sbopoker/ https://linklist.bio/pisangbetrupiah/ https://estd.perpus.untad.ac.id/ https://comision-gfinanciera.anuies.mx/ https://krabi-railayprincess.com/ https://krabi-railayresort.com/ https://jurnal.uinsyahada.ac.id/contact/ https://ncmh.gov.mn/