Universitas Syiah Kuala

Dosen USK Paparkan Peran Kurikulum Merdeka untuk Pembangunan Indonesia

Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala T. Bahagia Kesuma, S.Pd., M.Pd menjadi narasumber pada kegiatan seminar pendidikan Bulan Merdeka Belajar di Museum Tsunami Aceh.

Pada kesempatan itu, Dosen USK ini memaparkan peran kurikulum merdeka untuk mendukung pembangunan Indonesia. (Banda Aceh, 24 Mei 2024).

Bahagia Kesuma mengatakan, ketersediaan SDM yang berkualitas adalah faktor penting dalam mewujudkan Indonesia maju pada 2045 mendatang. Untuk itulah, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan menyusun kurikulum yang mampu melahirkan generasi emas Indonesia.

Hal inilah yang kemudian mendorong Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Riset dan Teknologi menggagas lahirnya kurikulum Merdeka Belajar. Bahagia Kesuma menjelaskan, salah satu ciri khas dari kurikulum Merdeka Belajar dengan kurikulum 2013, di antaranya adalah pada sistem pembelajarannya yang berbasis project untuk pengembangan soft skills dan karakter murid, yang sesuai karakter pancasila.

Selain itu, kurikulum merdeka belajar berfokus pada materi esensial sehingga murid memiliki waktu yang banyak untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar. Seperti numerasi dan literasi.

“Guru juga lebih leluasa untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal,” ucapnya.

Oleh sebab itu, Bahagia Kesuma menilai kurikulum Merdeka Belajar ini patut mendapatkan dukungan penuh semua pihak. Khususnya para pendidik baik itu guru maupun dosen serta pemangku kebijakan. Sebab kurikulum ini mampu mendorong para peserta didik untuk lebih optimal dalam pengembangan kompetensi akademik serta soft skill-nya.

Kegiatan Bulan Merdeka Belajar ini melibatkan sejumlah instansi yang berada di bawah naungan Kemenristekdikti yaitu USK,Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, LLDIKTI Wilayah XIII Banda Aceh, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I, Balai Guru Penggerak Provinsi Aceh, Balai Bahasa Provinsi Aceh, dan Museum Tsunami Aceh.

Bulan Merdeka Belajar ini adalah acara puncak dari serangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan sejak Hari Pendidikan Nasional. Kegiatan tersebut meliputi seminar, webinar, beberapa lomba dan kegiatan lainnya. Adapun pada kegiatan puncak ini menyajikan seminar, pameran dan pagelaran kreativitas lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Martunis, S.T., D. E. A yang turut hadir membuka kegiatan ini mengatakan, Pemerintah Aceh menyambut baik kegiatan ini. Karena acara ini adalah bentuk kesungguhan kita dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan inklusif di Provinsi Aceh.

https://jdih.bandungkab.go.id/ https://satudata.pasuruankota.go.id/ https://geoportal.simalungunkab.go.id/ https://agentotosuper.com/ https://mbahtotokl.com/ https://apps.fkipunlam.ac.id/ https://perpus.untad.ac.id/ https://sistabok.pasuruankota.go.id/ https://pasti.slemankab.go.id/ https://servicios.cuc.uncu.edu.ar/ Kentangwin https://linklist.bio/totosuper-resmi/ https://linklist.bio/toto-kl/ https://linklist.bio/sbopoker/ https://linklist.bio/pisangbetrupiah/ https://estd.perpus.untad.ac.id/ https://comision-gfinanciera.anuies.mx/ https://krabi-railayprincess.com/ https://krabi-railayresort.com/ https://jurnal.uinsyahada.ac.id/contact/ https://ncmh.gov.mn/