
Tokoh Nasional Indonesia, Surya Paloh, memberikan kuliah umum di depan seribuan lebih mahasiswa Unsyiah di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Jumat (11/5). Dalam kuliah umum tersebut, Surya Paloh menyampaikan materi tentang kebangsaan kepada para mahasiswa dan civitas akademika Unsyiah. Dalam paparannya, Surya Paloh mengatakan masyarakat Indonesia harus bangga dapat hidup dan damai di tanah air. Ia menambahkan, Indonesia menjadi negara adidaya bukanlah sebuah mimpi di siang bolong mengingat punya kekuatan pendukung dari segala aspek, baik kekayaan alam, luas wilayah dan jumlah penduduk.
“Ini obsesi besar diri saya, bahwa bukan mimpi yang konyol memungkinkan kita jadi negara adidaya. Saat ini kita hidup di negara yang memiliki selusin persyaratan yang dibutuhkan untuk jadi bangsa hebat, negeri perkasa,” ujarnya.
Indonesia menurutnya merupakan sebuah anugerah terbesar yang Tuhan berikan. Sebab Indonesia memiliki 17 ribu pulau dengan lautan luas yang menjadi keuntungan dalam memaksimalkan sumber daya alam. Ia membandingkan dengan kondisi Timur Tengah yang gersang dan tumbuhan sulit untuk hidup.
Namun, menurutnya Indonesia saat ini belum bisa berdiri tegak. Masih banyak permasalahan yang harus disikapi dengan bijak, terutama terkait toleransi. Oleh karena itu, Surya Paloh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan toleransi dan etika moral.
Kuliah umum ini merupakan salah satu agenda Surya Paloh dalam kunjungan kerjanya selama tiga hari di Aceh, 11-13 Mei 2018. Kegiatan ini turut dihadiri civitas akademika Unsyiah dan Forkopimda Aceh. (fer)