Universitas Syiah Kuala

168 Peserta Ikuti TABARAK USK

Tiga Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) di Universitas Syiah Kuala (USK), Ash-Shihah (FKep), An-Nahl (FKH) dan Al-Ahkam (FH) menyelenggarakan Tabligh Akbar Anak Kampus (TABARAK), Sabtu 10 September 2022.

Kegiatan ini mengusung tema ‘Menjadi Generasi Emas yang Bertaqwa dan Berkarya di Era Society 5.0’. Acara ini merupakan program kerja dari departemen syiar LDF Ash-Shihah, yang rutin dilakukan setiap tahunnya dengan melibatkan 2 LDF/LDK lainnya.

Sebanyak 168 peserta mengikuti TABARAK. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini, sebagai sarana untuk membangun kepribadian umat dengan iman Islam yang baik dan kuat, menyampaikan ajaran Allah dan Rasul, sehingga dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari, dan menjadi wadah silaturahmi antar muslim dan muslimah di Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Mustanir, M.Sc dalam sambutannya menyampaikan, kiranya kegiatan ini untuk menjadi starting yang bagus, untuk menerima pola pendidikan yang menuntut kemandirian, dan di generasi apapun hendaknya mempersiapkan diri untuk hari esok, masa depan, dan yaumil mahsyar.

“Adik-adik sekalian, apapun generasinya, Allah mengingatkan kita wal tandzur nafsun maa qaddamad ligad, hendaknya kamu melihat apa yang telah kamu siapkan untuk hari besok, masa depan dan hari yaumil mahsyar,” pesan Prof Mustanir.



Kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama, serta dilanjutkan dengan sesi inti, yaitu penyampaian tausiyah oleh KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dan dipandu oleh Ari Maulana. Dalam tausiahnya Aa Gym menyampaikan materi mengenai menjadi generasi emas di era 5.0.

“Setiap orang punya kavling takdir masing-masing, zaman seperti apapun tetap saja zaman itu milik Allah zaman sedahsyat apapun tetap yang menciptakan kita adalah Allah, Allah tahu potensi kita, Allah tahu bakat kita, Allah tau karakter kita, Allah tau apa yang terbaik bagi kita karena kita ciptaan Allah,” tutur Aa Gym.

Dirinya berpesan, untuk jangan takut tentang masa depan, namun takutlah kita tidak disukai Allah karena kita tidak mengenal-Nya, tidak ikhlas dan tidak benar hidupnya.

“Jadi tidak ada masalah dengan 5.0 dan sebagainya kalau kita yakin ke Allah. Apa cirinya orang yang yakin ke Allah ihrish ‘alaa maa yanfa’uka selalu all out melakukan yang bermanfaat kuliah yang terbaik pokoknya melakukan apapun all out, wasta’in billahi dan selalu minta tolong kepada Allah wa laa ta’jaz dan dia tidak lemah,” jelasnya.

https://bkpsdm.tubankab.go.id/ https://siakad.uinbanten.ac.id/ https://centrodeservicio.ecci.edu.co/ecci/ https://linktr.ee/pisangbetslot https://daftartotosuper.com/ https://ingattotokl.com/ https://toto-kl.rpg.co.id/ https://mez.ink/totosuper.idn pisangbet https://baidich.com/rewards/ https://fib.unair.ac.id/fib/