Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Gampong Alue Baroe, Kecamatan Meukek, Aceh Selatan. Salah satu program yang mereka lakukan adalah mengembangkan semangat literasi dan pertanian untuk masyarakat setempat. (Banda Aceh, 13 Juli 2021).
Salah satu mahasiswa KKN USK tersebut yaitu Dira Alhumaira menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan oleh Kelompok KKN USK AS87. Mereka berjumlah tiga orang yaitu dirinya sendiri yang berasal dari Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur. Lalu Fahdliansyah dari fakultas pertanian jurusan peternakan dan Mariana dari Fakultas Pertanian Jurusan Agroteknologi PDSKU Gayo Lues.
“Ada beberapa program kerja yang kami jalankan selama KKN di desa Alue Baro, yang tentunya program kerja tersebut sudah melihat situasi, kondisi serta kebutuhan dari desa itu sendiri,” jelasnya.
Program kerja tersebut terbagi tiga bagian yaitu program kerja utama, tambahan dan pendukung. Program kerja utama, ungkapnya, dilakukan sesuai dengan jurusan atau program studi masing-masing.
Seperti dirinya yang berlatar belakang prodi arsitektur, maka program kerjanya yaitu peningkatan kemampuan mewarnai gambar untuk anak-anak sesuai dengan cita-cita, membuat pagar depan taman sekolah dengan visualisasi pensil dari batang kayu, membuat tempat sampah di sekolah dan di ketiga dusun Alue Baro.
Lalu Fahdliansyah dari Pertanian, dengan program kerja sosialisasi sanitasi kandang ternak, sosialisasi hidup sehat serta membagikan masker kepada masyarakat dan susu kepada anak-anak, sosialisasi pengggunaan EM4 dan pembuatan pakan ayam organik.
Lalu Mariana dari Petanian/Agroteknologi dengan program kerja, pembuatan pupuk kompos, membuat tanaman hias, menanam tanaman herbal sebagai obat dengan tiga jenis tanaman herbal (Mariana, Petanian/Agroteknologi).
“Untuk program kerja tambahan dan pendukung semua berjumlah 11 program kerja, yang tentunya kedua program kerja ini akan disesuaikan lagi dengan situai dan kondisi selama KKN berlangsung,” ujar Dhira.
Adapun sasaran utama porgam kerja mereka selain masyarakat dan petani adalah anak-anak. Program untuk anak-anak selain dilaksanakan di balai pengajian juga dilaksanakan di sekolah SD.
Dalam kegiatan ini, Dhira juga menjelaskan beratnya perjalanan mereka untuk menuju desa Alue Baru tersebut. Menurutnya, Alue Baro termasuk gampong yang berada di pedalaman sekitar tiga kilometer dari jalan raya dengan kondisi jalan harus melalui gunung yang penuh dengan pepohonan dan jurang di sekitarnya.
Sebenarnya untuk masuk ke Alue Baro terdapat jalan lain yang tidak harus melalui jalan terjal tersebut, akan tetapi jalan yang seharusnya dilalui belum ada jembatan penyebrangan.
“Karena masih dalam proses pembangunan yang kurang lebih akan selesai dalam dua tahun lagi,” ungkapnya.
Karena lokasi gampong Alue Baro yang terletak di pedalaman, maka untuk akses jaringan sangat sulit didapatkan. Di kampung itu, mereka telah tinggal selama satu bulan di rumah Pak Keuchik. Mereka pun harus berjalan sekitar 100 meter menuju lapangan dekat pembangunan jembatan untuk dapat jaringan yang lebih baik.
Alternaltif lain untuk mendapatkan jaringan adalah menggantungkan Handphone di atas pohon agar jaringan bisa di akses. Sebab jaringan telah menjadi kebutuhan mereka untuk meng-upload logbook harian bahkan mingguan kepada DPL.