Universitas Syiah Kuala

CIMSA Unsyiah Suarakan Hak Asasi Para Tuli dengan Kenalkan Bahasa Isyarat

Center for Indonesian Medical Students’ Activitie (CIMSA)  Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala mengadakan kegiatan mengenai Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Kegiatan sebagai dukungan terhadap hak asasi para tuli dalam dunia kesehatan dan hukum ini, bernama Breaking the Silence (BTS). (Banda Aceh, 5 September 2020).

Kegiatan ini merupakan salah satu projek tahunan dari dua standing committee CIMSA FK Unsyiah, yaitu Standing Committee on Human Rights and Peace (SCORP) dan Standing Committee on Medical Education (SCOME). Di mana pesertanya adalah mahasiswa kesehatan, mahasiswa hukum, tenaga medis dan tuli, dengan total peserta berjumlah 77 orang.

Pada tahun ini, BTS mengangkat tema “No Justice Without Us”, yang berkolaborasi dengan Asian Law Students’ Association (ALSA) Local Chapter Unsyiah, dan Gerakan untuk Kesejahteraan tuna rungu Indonesia (GERKATIN) Provinsi Aceh.

Tujuan utama diselenggarakan BTS ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai BISINDO, melatih kemampuan komunikasi menggunakan BISINDO, serta memberikan pemahaman hak disabilat khusunya Tuli di mata kesehatan dan hukum Indonesia.

BTS 2020 terdiri dari dua agenda utama, yaitu talkshow dan training. Talkshow membahas “Hak Disabilitas di Mata Kesehatan dan Hukum, serta Realitanya Saat Ini” bersama Dr. dr. Indra Zachreini, Sp.THT-KL(K), FISCM (Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh) dan Khairani Arifin, S.H, M.Hum (Dosen Fakultas Hukum Unsyiah).

Sedangkan training mengenai Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dan cara berkomunikasi menggunakan BISINDO. Setiap peserta kegiatan dilakukan evaluasi melalui pengisian pre-test dan post-test untuk mengetahui tingkat wawasan peserta sebelum dan sesudah menerima materi.

Salah satu peserta bernama Nadira, dalam formulir evaluasinya mengatakan  kegiatan seperti ini sangatlah penting karena mampu menumbuhkan perasaan untuk menghargai para pejuang disabilitas.

“Karena acara ini, saya termotivasi untuk mau mempelajari bahasa isyarat. Saya berharap kedepannya acara ini akan diadakan lagi secara luas dengan durasi yang lebih lama,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu peserta dari Universitas Pelita Harapan juga menuliskan bahwa acara BTS 2020 ini sangat menarik dan merupakan kesempatan baginya untuk mempelajari bahasa isyarat.

https://bkpsdm.tubankab.go.id/ https://siakad.uinbanten.ac.id/ https://centrodeservicio.ecci.edu.co/ecci/ https://linktr.ee/pisangbetslot https://daftartotosuper.com/ https://ingattotokl.com/ https://toto-kl.rpg.co.id/ https://mez.ink/totosuper.idn pisangbet https://baidich.com/rewards/ https://fib.unair.ac.id/fib/