
Memasuki hari kedua penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) Ke-16, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) berhasil menoreh prestasi di cabang Fahmil Quran. Tim Unsyiah yang digawangi Amran Wali (Fakultas Kedokteran), Muammar (Fakultas Kedokteran), dan M. Iqbal Fathani (Teknik Sipil) berhasil melaju ke babak semifinal.
Mereka unggul setelah mengalahkan kafilah dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Jember, dan President University di babak penyisihan, Selasa (30/7).
Unsyiah berhasil mengumpulkan nilai akhir sebanyak 1.265. Nilai ini jauh mengungguli universitas lain. Bahkan, Unsyiah berhasil mendominasi peroleh nilai selama tiga babak berturut-turut.
Keberhasilan ini seakan menggantikan keletihan dan kerja keras yang telah dilakoni Tim Fahmil Quran Unsyiah sejak beberapa bulan lalu. Muammar, ketua tim, mengaku jika mereka telah berlatih selama dua bulan penuh untuk menghadapi perlombaan ini. Di bawah bimbingan Ust. Fery Andriansyah, Lc. M.Ag., mereka digembleng dengan berbagai latihan dan materi keagamaan.
“Kami diberi pembekalan selama dua bulan penuh. Mulai dari menghafal buku hingga murajaah Alquran,” ujarnya.
Babak penyisihan ini berlangsung meriah di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh. Ratusan penonton memenuhi kursi dan tribune utama. Mereka umumnya adalah civitas Unsyiah yang ingin melihat langsung pertandingan. Sesekali terdengar tepukan riuh saat tim Unsyiah berhasil mengumpulkan nilai. Terlebih lagi saat mereka berhasil mengumpulkan poin tertinggi.
Dukungan langsung ini ternyata memberikan dampak besar bagi Muammar dan kawan-kawan. Mereka merasa lebih bersemangat untuk memberikan hasil terbaik. Walaupun ia tak menampik ada perasaan terbeban tampil di rumah sendiri.
“Mungkin karena harapan Unsyiah itu ada di pundak kami,” selorohnya.
Muammar dan tim berharap semoga Allah Swt mengizinkan tim Fahmil Quran Unsyiah tampil optimal dan menjadi terbaik saat semifinal yang akan berlangsung pada Kamis (1/8) pukul 10.00 WIB. Dalam rentang waktu dua hari ini, mereka berusaha melakukan persiapan maksimal. Termasuk mengulangi kembali materi agama yang telah dipelajari sebelumnya.
“Kami akan meng-upgrade kembali soal-soal, mengulangi materi, murajaah Alquran, dan terpenting adalah tawakal kepada Allah Swt,” ujarnya.
Ia berharap dukungan dan doa dari civitas Unsyiah agar dapat memberikan hasil maksimal di semifinal.
“Mudah-mudahan kami dapat melaju ke babak final dan mengharumkan nama Unsyiah,” pungkasnya. (Humas Unsyiah/fer)