Universitas Syiah Kuala

Meski banjir besar telah berlalu sekitar 80 hari, duka dan dampak kesehatan di Kabupaten Aceh Tamiang belum sepenuhnya pulih. Merespons kondisi tersebut, Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) berkolaborasi dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) melalui unit Apoteker Tanggap Bencana (ATB) menggelar aksi kemanusiaan terpadu selama dua hari, 14–15 Februari 2026. Aksi ini melibatkan sinergi besar

Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Marwan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momen Ramadan sebagai kesempatan untuk terus memperbaiki kualitas ibadah. Pesan ini disampaikan Rektor saat menyampaikan tausiyah pada malam pertama Ramadan di Masjid Jamik Kopelma Darussalam. (Banda Aceh, 18 Februari 2026). Pada kesempatan itu, Rektor menilai Ramadan adalah bulan yang baik untuk mengevaluasi diri

Tim Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan simulasi penerapan teknologi tepat guna melalui Program PKM Mahasiswa Berdampak untuk pemberdayaan masyarakat dalam pemulihan dampak bencana di Sumatera tahun 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Gampong Teupin Raya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen. Program tersebut dipimpin oleh Dr. drh. Masda Admi, M.Si bersama tim dosen dan mahasiswa, dengan

Mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala ( FP USK) meraih prestasi membanggakan di tingkat internasional pada ajang 2nd International Student Competition yang diselenggarakan di Malaysia. Dalam kompetisi tersebut, tim mahasiswa Agribisnis USK berhasil meraih 1 Silver Medal, 2 Bronze Medal, serta Favorite Poster Award. Kompetisi ini merupakan hasil kolaborasi antara International Student

Delegasi Fakultas Hukum USK sukses meraih dua penghargaan bergengsi, Best Spirit of Jessup dan Best Respondent Memorial, dalam ajang Philip C. Jessup International Law Moot Court Competition 2026 National Rounds yang digelar di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.  Kompetisi peradilan semu hukum internasional tertua dan terbesar di dunia ini diselenggarakan oleh International Law Students Association (ILSA)

Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan membangun desa tangguh bencana berbasis rehabilitasi lingkungan dan edukasi kebencanaan di Desa Genuren, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Mahasiswa gabungan dari Program Studi Teknik Pertambangan, Perencanaan Wilayah dan Kota,