Universitas Syiah Kuala (USK) kembali meluluskan 1.683 wisudawan periode November 2025 – Januari 2026 dalam prosesi wisuda ke-168 yang berlangsung khidmat di Gedung AAC Dayan Dawood, Rabu, 25 Februari 2026. Dalam sambutannya, Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan para lulusan. Beliau menekankan bahwa gelar akademik bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan
Universitas Syiah Kuala (USK) terus memperkuat ekosistem lulusannya agar mampu menjawab tantangan dunia kerja yang kian kompetitif. Melalui Direktorat Kewirausahaan dan Alumni, USK berkolaborasi dengan Potensial Academy menggelar seminar karier bertajuk “Scale Up Your Career Potential: Strategi Lulusan Hadapi Dunia Kerja” di Ruang VIP Gedung AAC Dayan Dawood, Selasa (24/2/2026). Acara yang diikuti oleh 115
Mahasiswa K3S Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (FKEP USK) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan bazar edukatif di Gampong Lam Ujong, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan ini merupakan bagian dari stase Sosio Technopreneur yang bertujuan menghadirkan inovasi berbasis teknologi dalam meningkatkan literasi gizi masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa di bawah bimbingan Ns. Suraya Putri
Universitas Syiah Kuala kembali menggelar Daurah Al-Qur’an RDK 1447 H / 2026 M untuk menyemarakkan suasana Ramadan di kampus. Kegiatan yang dirangkaikan dengan Seminar Spesial Ramadhan ini berpusat di Masjid Jamik Darussalam. (Banda Aceh, 21 Februari 2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, yaitu Syaikh Dr. Abdelrahman Monis Allaithy, yang menyampaikan materi tentang urgensi kembali kepada
Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan sosialisasi mitigasi bencana di SD Negeri 3 Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak 2026 bertema Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi kebencanaan sejak usia dini. Yuraddin selaku ketua kelompok ini menjelaskan, sosialisasi berlangsung selama enam hari, dimulai pada 9 Februari sampai 14 Februari 2026. Kegiatan dilaksanakan secara bergilir di setiap kelas dengan tujuan agar seluruh siswa memperoleh pemahaman yang merata mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. “Materi yang disampaikan meliputi pengenalan jenis- jenis bencana, langkah-langkah mitigasi, serta tindakan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana dengan fokus utama pada bencana banjir yang kerap terjadi di wilayah Pidie Jaya,” Jelasnya Mahasiswa Prodi Teknik Komputer ini menambahkan, dalam pelaksanaan kegiatan ini, mahasiswa menggunakan metode pembelajaran interaktif dengan memanfaatkan presentasi visual, diskusi ringan, serta sesi tanya jawab agar materi dapat dipahami secara mudah oleh siswa sekolah dasar. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran sekaligus membangun kebiasaan siaga bencana sejak dini di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, Yuraddin bersama timnya berharap dapat menanamkan pemahaman dasar mengenai keselamatan diri dan lingkungan kepada para siswa dengan mendorong terbentuknya budaya siaga bencana sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya upaya pencegahan banjir, seperti menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta memahami langkah evakuasi sederhana. “Program ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pemulihan serta penguatan ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Sumatera, khususnya Aceh,” Tuturnya Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dengan dukungan penuh dari kepala sekolah dan para guru karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi siswa. “Edukasi mitigasi bencana menjadi hal yang sangat penting mengingat Kabupaten Pidie Jaya termasuk wilayah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi, baik banjir maupun bencana alam lainnya, terutama saat intensitas curah hujan meningkat,” Jelas Kepala Sekolah SD 3 Meureudu