Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Prof. Dr. Ir. Marwan menyampaikan laporan terkini terkait perkembangan penanganan bencana banjir di Aceh, khususnya dampaknya terhadap sivitas akademika. (Banda Aceh, 26 Desember 2025). Pada kesempatan itu, Rektor turut mengapresiasi dukungan donatur selama ini sekaligus menegaskan komitme USK untuk berkontribusi di masa rehab rekon.Laporan ini terkait genap satu bulan bencana
Universitas Syiah Kuala (USK) menyatakan kesiapan menurunkan pakar dari berbagai disiplin ilmu untuk membantu pemerintah dalam upaya mempercepat proses pemulihan pascabencana banjir dan longsor melanda Aceh “Kita memiliki sumber daya manusia mumpuni untuk ikut serta membantu pemerintah. Kami dengan kepakaran yang ada akan membantu perencanaan terkait pelaksanaan rehab dan rekon Aceh pascabencana,” kata Rektor. Rektor
Universitas Syiah Kuala (USK) melalui sinergi Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Keperawatan (FKep), dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menunjukkan komitmen kemanusiaan dengan menggelar layanan kesehatan darurat bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di tiga kabupaten di Aceh, yakni Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Aceh Utara. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini merupakan implementasi hibah
Universitas Syiah Kuala (USK) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pendidikan dan relawan tanggap bencana melalui penyelenggaraan Pelatihan Psychological First Aid (PFA) dan Kesiapsiagaan Bencana. Inisiatif ini merupakan upaya strategis untuk memastikan pemulihan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak, dapat berjalan cepat dan berkelanjutan di wilayah terdampak bencana. Pada sesi pelatihan terbaru, USK berhasil
Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Ir. Marwan, menerima kunjungan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., bersama jajaran tim ITB, pada Kamis, 26 Desember 2025, bertepatan dengan peringatan tsunami Aceh. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Mini Rektor USK, Banda Aceh. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi kemanusiaan