Sebanyak 70 siswa dan 8 guru dari Madrasah Aliyah Negeri Insan Cedekia (MAN IC) Aceh Timur melakukan kunjungan ke Universitas Syiah Kuala. Rombongan ini dipimpin oleh Pembina Osis MAN IC Fahrul Annas, M.Pd dan disambut oleh Wakil Rektor I Unsyiah Prof. Dr. Marwan di Balai Senat Unsyiah. (Banda Aceh, 15/2/2020).
Marwan dalam sambutannya mengatakan, dirinya sangat senang atas kedatangan para siswa MAN IC ini. Selama ini telah banyak sekolah yang datang mengunjungi Unsyiah, baik yang berasal dari Aceh maupun luar.
Di hadapan mereka, Marwan menjelaskan sejarah lahirnya Unsyiah dan perkembangan kampus ini. Di mana saat ini Unsyiah telah memiliki 12 Fakultas dan memiliki sekitar 32 ribu mahasiswa.
Pada kesempatan itu, Marwan juga menjelaskan proses masuk perguruan tinggi yang terdiri dari tiga jalur yaitu SNMPTN, SBMPTN dan SMMPTN. Kepada siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, Marwan mengingatkan, agar mereka mereka menyiapkan diri sebaikmungkin agar mampu lulus di perguruan tinggi pilihannya.
“Manfaatkanlah waktu yang ada untuk sungguh-sungguh belajar. Selagi muda, inilah kesempatan kalian untuk membekali diri sebaikmungkin untuk masa depan kalian nantinya,” ucap Marwan.
Sementara itu, Wakil Kepala Humas MAN IC Surya Saputra mengungkapkan, tujuan mereka melakukan kunjungan ke Unsyiah adalah agar siswa MAN IC mendapatkan informasi lebih luas terkait proses masuk perguruan tinggi. Sekaligus untuk semakin menumbuhkan motivasi kepada siswanya dalam melanjutkan pendidikan.
“Dengan informasi yang mereka dapat hari ini, kami berharap bisa membuka peluang lebih besar bagi siswa kami untuk diterima masuk perguruan tinggi,” ujarnya.
Surya juga menjelaskan sejarah lahirnya MAN IC. Lahirnya sekolah ini adalah hasil inisiasi dari Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), untuk membentuk STEP (Science and Technology Equity Program).Tujuan STEP ini adalah penyetaraan program ilmu pengetahuan dan teknologi untuk sekolah di lingkungan pesantren.
Pada tahun 1996, STEP melekatkan nama SMU Insan Cendekia sebagai nama lembaga pendidikan. STEP memilih lokasi di Serpong (Banten) dan Gorontalo. Lembaga pendidikan ini mampu menarik sekolah sekitarnya untuk terpicu dalam prestasi dan menyiapkan calon pemimpin masa depan bangsa.
Pada tahun 2000, BPPT melimpahkan manajerial SMU Insan Cendekia ke Departemen Agama. Alih tata kelola ini mengubah nama SMU menjadi MAN (Madrasah Aliyah Negeri) Insan Cendekia. Meskipun demikian, ciri dan karakter pendidikan STEP tetap melekat dan tidak berubah.
“Di sekolah ini kita berupaya melahirkan generasi cerdas dalam bidang sains dan berkarakter seperti Prof. Habibie,” simpul Surya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Biro Akademik Unsyiah Rahmat Lubis, SE, Kepala Bagian Humas Unsyiah Chairil Munawir MT, SE., M.M.