Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan lanjutan kegiatan program mahasiswa Berdampak hibah Kemendikti Saintek berupa Program Kerja Trauma Healing. di Desa Manyang Cut. (Pidie Jaya, 7 Februari 2026).
Adapun 50 mahasiswa ini terdiri atas 9 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), 4 mahasiswa Psikologi, 33 mahasiswa Keperawatan, serta 4 mahasiswa Fakultas Pertanian.
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya membantu anak-anak menyalurkan emosi, mengurangi ketegangan pascabencana, serta mengembalikan keceriaan mereka. kegiatan trauma healing ini dianggap penting bagi anak-anak sebagai upaya pemulihan psikososial.
Anak-anak pasca musibah banjir atau terdampak bencana memiliki pengalaman rasa takut atau cemas sehingga pendampingan yang tepat melalui kegiatan bermain, bercerita dan aktivitas yang kreatif dapat membangun kembali rasa aman, mengurangi kecemasan serta mengekspresikan perasaanya.
Pelaksanaan kegiatan bertempat di meunasah desa dan dimulai setelah pelaksanaan shalat Ashar. Awalnya, estimasi jumlah peserta berkisar 20 hingga 40 anak, namun antusiasme warga melebihi ekspektasi. Jumlah anak yang hadir tercatat lebih dari dua kali lipat dari perkiraan awal.
Dalam program ini diselenggarakan berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif, seperti menggambar ekspresi emosi, sesi dongeng, serta permainan berbasis kelompok. Kegiatan tersebut tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga bertujuan menumbuhkan keberanian, sportivitas, dan rasa kebersamaan pada anak-anak. Keceriaan terlihat sejak sesi menggambar, penyampaian dongeng, hingga berlangsungnya permainan kelompok.
Rangkaian kegiatan berakhir pada Minggu (8/2/2026) setelah dilaksanakan senam sehat bersama anak-anak. Para peserta mengikuti gerakan senam dengan antusias diiringi musik, kemudian kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah bagi kelompok terbaik dan sesi foto bersama.
Para mahasiswa berharap program ini dapat membantu meringankan trauma anak-anak akibat dampak banjir yang terjadi beberapa waktu lalu serta menumbuhkan kembali rasa aman dan percaya diri pada anak-anak di lingkungan desa.