Sebanyak 36 universitas anggota IMT-GT University Network dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand secara resmi menyepakati Universitas Syiah Kuala sebagai Permanent Secretariat IMT-GT UNINET. Kesepakatan ini dicapai dalam The 5th IMT-GT UNINET Council Meeting yang diselenggarakan di Universitas Sumatera Utara, Medan, pada 30 hingga 31 Juli 2026.
Penetapan tersebut semakin mengukuhkan posisi USK sebagai salah satu penggerak utama kolaborasi pendidikan tinggi di kawasan segitiga pertumbuhan ekonomi Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Langkah ini sekaligus mencerminkan kepercayaan penuh yang diberikan oleh seluruh anggota jaringan terhadap komitmen dan kontribusi USK dalam memperkuat kerja sama regional.
Delegasi USK dalam pertemuan strategis ini dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan, Dr. Rina Suryani Oktari, bersama Kepala Global Engagement Office USK, Prof. Dr. Syamsidik.
Sebagai Permanent Secretariat, USK dipercaya untuk menyediakan dukungan administratif dan operasional secara berkelanjutan, memfasilitasi koordinasi antaranggota, serta memastikan implementasi berbagai program dan inisiatif IMT-GT UNINET berjalan secara efektif.
Prosesi endorsement dipimpin oleh Chairman of IMT-GT UNINET yang juga Vice Chancellor Universiti Teknologi MARA, Prof. Datuk Dr. Shahrin bin Sahib. Ia mengundang perwakilan USK dan Prince of Songkla University selaku Thailand National Coordinator untuk menandatangani dokumen pengesahan sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola jejaring.
“Endorsement ini bukan hanya merupakan pengakuan terhadap peran USK sebagai Permanent Secretariat, tetapi juga menjadi amanah untuk terus memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi di kawasan IMT-GT. USK berkomitmen menghadirkan lebih banyak peluang internasional bagi mahasiswa dan sivitas akademika melalui berbagai program yang berdampak dan berkelanjutan,” ujar Dr. Okta.
Ke depan, USK akan terus memperkuat sinergi antaranggota dalam pelaksanaan UNINET Strategic Action Plan serta mendorong pengembangan program kolaboratif di bidang pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengembangan mahasiswa.
“Amanah ini diharapkan mampu membuka lebih banyak ruang mobilitas internasional dan memperluas daya saing sivitas akademika di tingkat global,” pungkasnya.