14 Perguruan Tinggi di Indonesia Ikuti Wirausaha Merdeka USK

Universitas Syiah Kuala (USK) meresmikan program Wirausaha Merdeka (WMK) dengan tajuk KEEP: Key Enhancement Entrepreneur Program tahun 2023. Kegiatan ini berlangsung di AAC Dayan Dawood kampus setempat, 21 Agustus 2023.

Direktur Direktorat Prestasi dan Kewirausahaan USK, Dr. Ir. Rahmat Fadhil, S.TP., M.Sc menyampaikan, USK merupakan satu dari 34 Perguruan Tinggi di Indonesia yang pada tahun ini, sukses memenangi WMK, program Kemendikbudristek. 

“Sebuah prestasi bagi USK yang tahun ini dipercayakan menjalankan program WMK. Setelah sempat mencoba tahun lalu, namun belum beruntung,” kata Rahmat.

Ia mengungkapkan, lebih dari 200 peserta mengikuti WMK USK. Mereka berasal dari 14 Perguruan Tinggi di Indonesia. Selama menjalani program WMK, mereka akan belajar di sejumlah mitra USK. Seperti sejumlah UMKM di Aceh, BUMN; BSI, PT. POS Indonesia, Pegadaian, dan banyak lagi.

“Peserta WMK pada prinsipnya bebas memilih salah satu dari 34 Perguruan Tinggi yang menjalankan WMK. Khusus di WMK USK tahun ini, peserta terbanyak di luar USK adalah UMSU, dengan total peserta sebanyak 30 orang,” ungkapnya.

Supervisor WMK Pusat, Bryan Erfanda Putra yang hadir dalam peluncuran tersebut menjelaskan, WMK merupakan program unggulan dari Kemendikbudristek yang sudah berjalan dua tahun. Ia menyebutkan, tahun lalu, 17 Perguruan Tinggi memenangkan program ini, dengan total peserta 11500 mahasiswa.

“Tahun ini ada ratusan proposal yang masuk, kami melakukan review, dan kami pilih 34 Perguruan Tinggi, yang salah satunya USK. Maka untuk peserta yang sudah ambil bagian, jangan ragu! Karena USK sudah memiliki program terbaik,” tutur Bryan.

Kepada peserta WMK ia mengingatkan untuk fokus belajar berwirausaha, tanpa harus khawatir proses perkuliahan. Sebab selama menjalani program itu, mereka rekognisi 20 SKS. Langkah tersebut sengaja diambil, agar mahasiswa yang belajar berwirausaha tenang, tanpa khawatir tertundanya kelulusan.

“Menjadi seorang wirausahawan bukanlah sesuatu yang mudah. Ada tantangan yang harus dijalani. Jangan mager, jangan cengeng,” pesannya.

Bryan mengemukakan, tahun ini, peserta WMK ada 85 ribuan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Peminat WMK tinggi, dan WMK sudah merata. Di ujung barat Indonesia ada USK dan Politeknik Kutaraja, sedangkan di Indonesia bagian timur ada Universitas Cendrawasih.

“Menjadi wirausahawan bukan kewajiban kampus, tapi dari sendiri. Program WMK hanya jembatan. Untuk menjadi negara maju, butuh minimal 7 persen wirausahawan. Ini penting untuk mengurangi pengangguran terdidik,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Mustanir, M.Si menyampaikan rasa bangga atas terlaksananya WMK USK.

“Ini sebuah kolaborasi yang sangat indah, pemerintah hadir lewat Kemendikbudristek, BUMN, pelaku UMKM, ada komunitas dosen yang telah berwirausaha,” tutur Prof Mustanir.

Dirinya meyakini, dengan adanya program WMK, bisa menjadi salah satu solusi dalam menanggulangi kekhawatiran Indeks Entrepreneur Indonesia yang relatif rendah dibandingkan negara lain.

“Insya Allah bisa segera kita lewati, menjadi negara dengan Indeks Entrepreneur yang tinggi. Secara khusus, sejatinya Aceh sudah lama dikenal sebagai Bangsa Pedagang. Dengan mayoritas penduduk muslim, menjadi ladang pengamalan sunnah sebagaimana keteladan Rasulullah SAW,” jelas WR USK.

Di momen tersebut, USK turut melaksanakan perjanjian kerja sama dengan sejumlah UMKM, serta dideklarasikan Dosen Entrepreneur USK. Para peserta juga mendapatkan tambahan wawasan dari sharing session dengan narasumber yang pakar di bidangnya.

Leave a Reply