Universitas Syiah Kuala sejak tahun ini akan berperan sebagai pengawas eksternal dalam proses seleksi anggota Polri baru di Aceh. Hal ini tertuang dalam naskah nota kesepahaman (MoU) antara Unsyiah dengan Polda Aceh yang ditandatangani langsung oleh Pembantu Rektor Bidang Kerja sama (PR IV) Unsyiah, Dr. Nazamuddin, serta Kapolda Aceh, Irjen.Pol. Husein Hamidi. Penandatanganan MoU ini berlangsung Rabu (13/1) di aula Polda Aceh.
Selain Unsyiah, ada 12 instansi lain yang juga terlibat sebagai pengawas eksternal pada proses seleksi anggota Polri ini. Keduabelas instansi tersebut yaitu, DPR Aceh, IDI Aceh, UIN Ar Raniry, BPKP, Advokat Aceh, Kanwil Depag Aceh, MPU Aceh, HIMPSI Aceh, Ombudsman RI Aceh, PWI Aceh dan Dinas Pendidikan Aceh, dan Dinas Dukcapil Aceh.
Menurut Kepala Biro SDM Polda Aceh, Kombespol MZ Muttaqien, tujuan dari kerja sama ini adalah agar masyarakat dan pengawas tersebut mengetahui, bahwa Polda Aceh berkomitmen melakukan proses seleksi yang terpercaya.
“Untuk menyamakan presepsi ini, Polda Aceh menanamkan prinsip BETAH yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanies,” ujar Muttaqien.
Selain itu, menurut Muttaqien, kerja sama ini juga bermaksud untuk menunjukkan komitmen Polda Aceh, serta menghilangkan sikap skeptis di masyarakat, bahwa selama ini panitia penerimaan terindikasi KKN. Berdasarkan komitmen Polda Aceh tersebutlah, maka Unsyiah sebagai institusi pendidikan tertua di Aceh, mendukung sepenuhnya proses seleksi tersebut.
“Komitmen Polda untuk melaksanakan seleksi penerimaan anggota Polri secara BETAH memang patut didukung. Jadi, tiga belas organisasi pengawas ini benar-benar harus komit,” ungkap PR IV Unsyiah, Dr. Nazamuddin.
Sementara itu, kapolda Aceh, Irjen.Pol. Husein Hamidi, dalam sambutannya mengatakan bahwa tugas Polri sebagai penjaga ketertiban di masyarakat merupakan tugas yang tidak mudah. Maka, untuk menjalankan tugas tersebut Polri sangat membutuhkan anggotanya yang berkualitas dan terpercaya.
“Melalui kerja sama inilah, kita berharap proses seleksi ini nantinya bisa menghasilkan anggota Polri yang berkualitas,” ungkap Kapolda Aceh. (Ib)