Delegasi USK Mengikuti Pelatihan Teknis Manajemen Pengurasi Resiko Bencana di Spanyol

Delegasi Universitas Syiah Kuala (USK) mengikuti pelatihan teknis di Polytechnic University of Valencia, Spanyol. Sesi pelatihan yang diselenggarakan oleh universitas mitra Eropa ini berhasil dilaksanakan pada tanggal 9 hingga 14 Mei 2022. Para peserta terdiri dari akademisi dari tiga negara, Indonesia; Universitas Syiah Kuala dan IPB University, Maladewa; Universitas Nasional Maladewa, dan Sri Lanka; Universitas Peradeniya. Delegasi dari Universitas Syiah Kuala diwakili oleh Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU., Dr. Nizamuddin, Dr Nazli, Dr. Muzailin Affan, dan Ardiansyah, BSEE., M.Si.

Pelatihan selama lima hari ini difokuskan terutama pada pemanfaatan teknologi geospasial untuk pemantauan dan analisis pesisir. Hari pertama dimulai dengan sesi pemahaman tentang faktor-faktor fisik dari risiko pesisir yang dilanjutkan dengan pemantauan morfodinamika wilayah pesisir. Sesi sore dikhususkan untuk sesi pelatihan tentang teknik penggunaan sumber data, metode dan analisis untuk memetakan perubahan garis pantai. Hari kedua termasuk pelatihan praktis tentang pemantauan perubahan pantai menggunakan citra satelit dan metode untuk karakterisasi 3D pantai dan bukit pasir.

Pada hari ketiga, para peserta melakukan kunjungan lapangan ke instansi Taman Alam Albufera untuk mempelajari tindakan geomorfologi dan antropis wilayah pesisir Valencia. Pelatihan hari keempat mencakup sesi praktik penggunaan data hiperspektral untuk mempelajari ekosistem pesisir termasuk pemetaan terumbu karang dan vegetasi terendam. Hari terakhir, pelatihan dipimpin oleh delegasi dariUniversity of Nicosia. Kegiatan diisi dengan presentasi dari universitas mitra Asia tentang MOOCs yang dikembangkan oleh masing-masing universitas. Ini diikuti oleh umpan balik dari UNIC dan mitra lainnya tentang cara meningkatkan kursus yang diusulkan.

Secara umum, pelatihan ini merupakan bagian dari proyek UN4DRR-University Network for Disaster Risk Reduction (Jaringan Universitas untuk Pengurangan Risiko Bencana), yang didanai bersama oleh Program Erasmus+ dari Uni Eropa. Proyek ini bertujuan untuk memodernisasi kursus terkait Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen yang mengintegrasikan aplikasi GIS/RS sebagai bagian penting dari konten kursus. Efek jangka panjangnya dari progam ini adalah mendidik para ahli masa depan untuk pencegahan dan pengelolaan bencana alam dan yang disebabkan oleh manusia di Lingkar Samudra Hindia yang mendukung kebijakan nasional dan uni eropa. Proyek ini mendorong kerjasama dengan otoritas nasional, sektor publik dan swasta yang menawarkan inisiatif PRB bersama dan akses ke kursus singkat untuk penggunaan GIS/RS melalui mode online/offline. Proyek ini juga mendorong dialog lintas wilayah yang lebih proaktif dalam program pendidikan terkait PRB dalam realisasi peningkatan kapasitas dan internasionalisasi.

Selain itu, tujuan luas UN4DRR adalah memperkuat kapasitas fungsional perguruan tinggi dalam penyediaan Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen dengan fokus khusus, yaitu (1) modernisasi kurikulum dengan metodologi pengajaran/pembelajaran yang inovatif dalam manajemen mengurangi resiko bencana dan teknik GIS/Penginderaan Jauh, (2) sosialisasi kepada masyarakat/kelompok swasta melalui inisiatif bersama PRB dan pelaksanaan kursus jarak jauh (online/offline), dan (3) pembentukan hubungan formal antara otoritas nasional yang bertanggung jawab atas PRB dan institusi akademik.